Selasa, 28 April 2009

Produksi Furfural Dan Turunannya : Alternatif Peningkatan Nilai Tambah Ampas Tebu Indonesia

Pendahuluan

Bagi mahasiswa Teknik Kimia, khususnya bagi yang telah mengambil praktikum proses pasti ingat akan senyawa satu ini, Furfural. Bayangan pertama kali yang terbesit mungkin adalah rasa mual karene mencium aroma dari furfural. Siapa sangka, ternyata Furfural yang bernilai negatif di mata praktikan, ternyata sangat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengurangi angka impor dan meningkatkan nilai investasi di Indonesia, terutama hasil-hasil samping pengolahan hasil pertanian yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia.

Tebu merupakan salah satu jenis tanaman yang hanya dapat ditanam di daerah yang memiliki iklim tropis. Di Indonesia, perkebunan tebu menempati luas areal + 232 ribu hektar, yang tersebar di Medan, Lampung, Semarang, Solo, dan Makassar. Dari seluruh perkebunan tebu yang ada di Indonesia, 50% di antaranya adalah perkebunan rakyat, 30% perkebunan swasta, dan hanya 20% perkebunan negara1. Pada tahun 2002 produksi tebu Indonesia mencapai +2 juta ton (Gambar 1).

Tebu-tebu dari perkebunan diolah menjadi gula di pabrik-pabrik gula. Dalam proses produksi di pabrik gula, ampas tebu dihasilkan sebesar 90% dari setiap tebu yang diproses, gula yang termanfaatkan hanya 5%, sisanya berupa tetes tebu (molase) dan air.


Gambar 1. Produksi tebu Indonesia tahun 1996-2002 [2]

Selama ini pemanfaatan ampas tebu (sugar cane bagasse) yang dihasilkan masih terbatas untuk makanan ternak; bahan baku pembuatan pupuk, pulp, particle board; dan untuk bahan bakar boiler di pabrik gula 3, 4. Di samping terbatas, nilai ekonomi yang diperoleh juga belum tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan proses teknologi sehingga terjadi diversifikasi pemanfaatan limbah pertanian yang ada.

Seperti halnya biomassa pada umumnya, ampas tebu memiliki kandungan polisakarida yang dapat dikonversi menjadi produk atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mendukung proses produksi sektor industri lainnya. Salah satu polisakarida yang terdapat dalam ampas tebu adalah pentosan, dengan persentase sebesar 20-27%5]. Kandungan pentosan yang cukup tinggi tersebut memungkinkan ampas tebu untuk diolah menjadi Furfural. Selain ampas tebu, bahan baku lain yang dapat digunakan untuk memproduksi Furfural adalah : tongkol jagung, sekam padi, kayu, rami dan sumber lainnya yang mengandung pentosan5.

Furfural memiliki aplikasi yang cukup luas dalam beberapa industri dan juga dapat disintesis menjadi turunan-turunannya seperti : Furfuril Alkohol, Furan, dan lain-lain. Kebutuhan (demand) Furfural dan turunannya di dalam negeri meski tidak terlalu besar namun jumlahnya terus meningkat (Gambar 2). Hingga saat ini seluruh kebutuhan Furfural untuk dalam negeri diperoleh melalui impor. Impor terbesar diperoleh dari Cina yang saat ini menguasai 72% pasar Furfural dunia. Tabel 1 menunjukkan trend harga Furfural di pasar dunia.


Gambar 2. Data historis permintaan Furfural dan Furfuril Alkohol di dalam negeri6


Tabel 1. Trend harga Furfural dan Furfuril Alkohol di beberapa pasar dunia7

Pengembangan industri yang memproduksi Furfural dan turunannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengurangi angka impor dan meningkatkan nilai investasi di Indonesia. Diharapkan pengembangan industri ini dapat memberi nilai tambah bagi hasil-hasil samping pengolahan hasil pertanian yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia.

Furfural 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13

Furfural (C5H4O2) atau sering disebut dengan 2-furankarboksaldehid, furaldehid, furanaldehid, 2-Furfuraldehid, merupakan senyawa organik turunan dari golongan furan. Senyawa ini berfasa cair berwarna kuning hingga kecoklatan dengan titik didih 161.7oC, densitas (20oC) adalah 1.16 g/cm3. Furfural merupakan senyawa yang kurang larut dalam air namun larut dalam alkohol, eter, dan benzena. Gambar 2 menunjukkan struktur molekul dari furfural.


Gambar 3. Struktur molekul Furfural

Furfural memiliki aplikasi yang cukup luas terutama untuk mensintesis senyawa-senyawa turunannya. Di dunia hanya 13% saja yang langsung menggunakan Furfural sebagai aplikasi, selebihnya disintesis menjadi produk turunannya7. Aplikasi Furfural di dunia dapat dilihat pada Tabel 3 dan gambar 4.

Furfural dihasilkan dari biomassa (ampas tebu) lewat 2 tahap reaksi, yaitu hidrolisis dan dehidrasi. Untuk itu digunakan bantuan katalis asam, misalnya: asam sulfat, dan lain-lain. Secara komersial, pembuatan Furfural dapat berlangsung dalam siklus batch maupun kontinyu. Tabel 2 menunjukkan perbandingan kedua proses teknologi tersebut.

Parameter Proses Batch Proses Kontinyu
Umpan ampas tebu pentosa
Jumlah reaktor 1 2
Kondisi operasi Atmosferik 128-150 oC +68 atm, suhu tinggi
Produk samping Lebih Sedikit Sdikit
Pemurnian furfural Distilasi Azeotropik Ekstraksi dan Distilasi

Tabel 2. Perbandingan proses batch dan kontinyu

Reaksi utama pembuatan Furfural adalah sebagai berikut :

  • Hidrolisis pentosan menjadi pentosa :
    ………………………..( i )
  • Dehidrasi pentosa membentuk Furfural :
    ………………………..( ii )

Consumption
%
Product synthesised from Furfural Second stage synthesis product and their application Third stage synthesis product and their application
13% Furfural solvent, for refining of lubrication oils, etc.  
64% Furfuryl alcohol
(nitrocellulose, resin, solvent, etc)
Furfuryl resin in metallurgy for making of precision moulds, for gluing substances, etc.
Tetrahydro- furfuryl alcohol
(solvent, plastificator, admixture for fuel, etc)
Dihydropyrane
(important raw product for many syntheses)
Pyridine (solvent), Acroleine, tetrahydropyrane, 4-hydroxyvaleral- dehine, pimelic acid, etc.
16%

7%

Furan Tetrahydrofuran
(universal solvent)
for Butadiene extraction, butirolactane, in scents synthesis, plastificator, solvent, etc.
Furoic Acid
(solvent, plastificator)
2-metilfuran (sylvan)
(resin and paint solvent)
for synthesis of medical preparations  
Furfurylamine for photo materials  
Furoin
(plastificator)
Furil
(insecticide, oxime for Ni, Pd and Re determination)
 
Maleic anhydride
(component of nackers and paints, catalyst for resin synthesis)
for synthesis of plastics  
Succinic acid stimulator for plants  
etc  
 

Tabel 3. Aplikasi Furfural di dunia

Saat memproduksi Furfural juga terdapat produk samping yang dihasilkan. Jenis hasil samping tersebut dapat berupa glukosa, asam asetat, atau panas. Jenis hasil samping tersebut tergantung pada kondisi operasi yang digunakan serta cara pemisahan yang dilakukan untuk setiap produk.


Gambar 4. Bagan aplikasi Furfural pada beberapa industri

Furfuril Alkohol 8, 13

Furfuril alkohol yang biasa disebut juga 2-furanmetanol atau 2-furilkarbinol, memiliki rumus molekul 2-C4H3O.CH2OH. Furfuril Alkohol adalah senyawa yang paling banyak digunakan sebagai turunan dari Furfural. Furfuril Alkohol diproduksi dalam skala industri dengan cara hidrogenasi Furfural pada fase cair maupun fase uap pada tekanan rendah. Katalis berbasis tembaga lebih dipakai karena lebih selektif dan tidak mempengaruhi hidrogenasi dari cincin.

Furfuril Alkohol paling banyak digunakan sebagai monomer dalam pembuatan serat Furfuril Alkohol, sebagai pelarut aktif dalam berbagai serat sintetik, dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan dari Furfuril Alkohol.

Salah satu senyawa turunan yang dihasilkan dari Furfuril Alkohol adalah Tetrahidrofurfuril Alkohol (2-tetrahidrofuranmetanol), yang diproduksi dengan cara hidrogenasi katalitik Furfuril Alkohol pada fasa uap. Tetrahidrofurfuril Alkohol dipakai sebagai pelarut, pembersih, dan pewarna yang diaplikasikan dalam industri cat, pelapisan (coating), pembersih, dan farmasi.

Furan 8, 13

Furan merupakan contoh lain senyawa yang dapat dihasilkan dengan bahan baku Furfural. Furan yang biasa disebut juga Furfuran atau oxole, memiliki rumus molekul C4H4O. Furan diproduksi dengan proses dekarbonilasi Furfural dengan kehadiran katalis logam mulia. Furan dimanfaatkan sebagai bahan kimia pembangun dalam produksi senyawa kimia yang digunakan pada industri farmasi, herbisida, senyawa penstabil (stabilizer), dan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa turunan dari furan.

Salah satu senyawa yang diproduksi dengan bahan baku Furan adalah Tetrahidrofuran (tetrametilen oksida atau oxolane). Senyawa yang dihasilkan melalui hidrogenasi katalitik dari Furan ini digunakan sebagai pelarut untuk polivinil klorida (PVC), polivinilidene klorida, beberapa serat poliuretan yang diaplikasikan pada proses pelapisan dan perekat.

Tambahan


Gambar 5. Contoh diagram alir pembuatan Furfural – Siklus Batch
(Latvia Patent No. 11032 and No. 11950)


Gambar 6. Contoh diagram alir pembuatan Furfural – Siklus Kontinyu
(From French Patent No. 1/084.554)


Tabel 4. Contoh pabrik di dunia yang memproduksi Furfural


sumber : www.chem-is-try.org

30 komentar:

  1. Wah, bikin blog bareng-bareng... Komentar juga gantian, ha ha ha... templatenya wid, diatur lagi...

    Follow my blog: http://tugasopb.blogspot.com

    BalasHapus
  2. prophelant wid,,,
    versi inggrisnya,,,
    ngambil minat prophelant???
    wah mikir-mikir lagi dech,,,

    iya tuh wid,gambarnya da yang belon jadi

    BalasHapus
  3. tadi aku praktikium fraksinasi..
    mau pingsan rasanya mencium bau furfural+minyak yang udah didestilasi dalam keadaan panas-panas.. baunya ga enak banget..

    Wid, perhatikan penyajian tabel dan grafikmu.. ukurannya terlalu kecil sehingga data dalam tabel susah dibaca.. itu aja saranku. makasih

    by:
    Ivan Wibisurya
    07/256845/TK/33411
    http://aivanwibisurya.blogspot.com

    BalasHapus
  4. hohoho,
    pas bgt ni artikel,
    berhubung bsk diriku praktikum fraksinasi,,

    BalasHapus
  5. Sip bro!Dah siap presentasi ke madukismo ttg topik ni? Btw, Kayanya kmu nyusun artikel ini terburu-buru deh..Tabel2 & gambar digedein dong!!

    BalasHapus
  6. BAGUSS!!!
    Memang saatnya kita berhenti mengeksploitasi saja tanpa adanya upaya recovery!!
    Mari wujudkan SUSTAINABLE EnVIRONMENT!!
    betewe, furfural didapat darimana ya sebaiknya jika itu memang berprospek untuk MAdukismo kita??

    BalasHapus
  7. Bener juga selama ini tebu cuma dimanfaatkan bwt dibikin gula aja. Kamu bikin pabriknya aja wid?? tp harus tahan sama baunya y.

    BalasHapus
  8. mengingatkanku pada praktikum fraksi yang gagal hehe,,,
    tapi ndak nyangka, kalo furfural yang baune nggilani tu asalnya dari tebu! padahal tebu kan manis,,, isa ngasilin yang baunya gak enak kayak furfural juga ternyata,,,
    kritik boleh??? tu warna tulisan di tabelnya pucet banget, jadi ndak keliatan kalo dibaca,,, hehe,,,

    BalasHapus
  9. wid,, furfural bau banget lo... hati2 ya...

    BalasHapus
  10. ummm,,,,,maap ni,,,artikel'na jadi sama...^^

    BalasHapus
  11. hah,. furfural!!
    jadi inget fraksinasi,.
    ampe furfural!! Baunya itu lho,.

    BalasHapus
  12. iya...

    nggak nyangka furfural bisa dibuat dari tebu..

    ummm, selain dari tebu, sumber furfural yang banyak di produksi sekarang ini dari apa, wid?

    BalasHapus
  13. boleh juga idenya tu wid. . .

    BalasHapus
  14. bagu2s artikelna sepertina saudara serius sakali mengerjakan tgs ini hehhheheeh.tp aq sependapat ma dedi(jgn2 jodoh neh hahhhahha).FURFURAL TUH BAU!!bisa nyebabin mandul ga sih??hehehhe eh tp srius neh :D

    BalasHapus
  15. mm,,, ia fulfural itu baunya ga ngenakin bikin muall,,,

    wahh, baru tahu saia trnyata ampas tebu bisa diolah jadi fulfural ^_^

    BalasHapus
  16. blogmu mantep sob, ada gambare,ada chartnya,ada grafiknya, pokoke lengkap..nilai 98,wkwk...

    BalasHapus
  17. duh..
    ga nyangka ya,ternyata furfural yang bau nya naudzubillah itu bisa di buat dari tebu toh..
    dan ternyata jg bca blog mu ikut2an membuat aq pusing..
    panjang bgt,bung!!
    he..
    tak apalah yg penting kn manfaatnya bny..
    tul kan??!

    BalasHapus
  18. ternyata furfural dari tebu yak
    kayanya madukismo bisa tuh produksi furfural
    selain spirtus and gula doang hehehehe

    BalasHapus
  19. ancur dah bau furfural!!!!!!!!!!!warnanya pun se bling2 kulitQ

    BalasHapus
  20. Tuh Kan,.....
    Mengingatkanku pada praktikum pertama....
    Keterangan gambarnya kecil2 aja....
    ga bisa dibaca...

    BalasHapus
  21. wow...bagus ya artikelnya. aq jadi dapat pengetahuan baru loh karena artikel yang kamu buat. thx...

    BalasHapus
  22. widi... artikel mu panjang bgt hehe... tapi uda kubaca semua... bagus kok... ilmiah dan menambah wawasan...
    inget furfural jadi inget praktikum fraksinasi... akhir kata, artikel mu sip...

    Ricko

    BalasHapus
  23. wow, widi, anda laris dengan comments ya??
    he3..
    Bagus2, ternyata disamping baunya yang menyengat, furfural punya banyak kegunaan juga..
    he3..
    Artikelnya juga dah lengkap banget, bahkan ampe perusahaan2 yang mengolah furfural..
    he3... Smangat, widi!

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. wah,,widi jago banget deh artikelnya..lengkap banget..
    jadi tau lebih banyak tentang furfural..
    kebetulan pas praktikum fraksinasi kan pake furfural juga..
    pokoknya oke lah...

    BalasHapus
  26. furfural ternyata gitu ya..

    baru tau dibuatnya dari tebu..

    artikelmu bagus..

    BalasHapus
  27. wah, bahan berbahaya nih, furfural.
    tapi walaupun berbahaya tetap ada gunanya ya..

    BalasHapus
  28. furfural oh furfural..

    teranyata buatnya dari tebu toh.. baru tau loh.. tapi bagus deh ya ada gunanya juga,, daripada cuma ninggalin bauuuu yang ga ilang2 seharian.. hehehehe...

    btw,, thanx ya wid dah jasi 1st commentator di blogku... heehehehe...

    BalasHapus
  29. Mohon info yang bisa supply untuk 40Ton?

    BalasHapus